Tarif PPh 21 berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pasal 17 ayat (1), yaitu tarif yang digunakan dalam pemotongan PPh 21 bersifat progresif, artinya semakin besar jumlah penghasilan maka semakin tinggi pula tarifnya. Berikut daftar tarif pajak:

Contoh kasus yang berkaitan dengan PPh21:
Pak Budi adalah seorang pegawai swasta. Pada tahun 2016, beliau menerima penghasilan bruto sebesar Rp. 600.000.000. Setelah dipotong dengan PTKP, biaya jabatan, dan lain lain, Penghasilan Kena Pajak beliau sebesar Rp. 550.000.000.


Jadi besar PPh21 terhutang Pak Budi adalah sebagai berikut:

Angka 550.000.000 dipecah menjadi berikut

Did this answer your question?