Program Jaminan Hari Tua (JHT)

1. Kepesertaan bersifat wajib sesuai penahapan kepesertaan

2. Kepesertaan:
     - Penerima upah selain penyelenggara negara
            * Semua pekerja baik yang bekerja pada perusahaan dan perseorangan
            * Orang asing yang bekerja di Indonesia lebih dari 6 bulan

      - Bukan penerima upah:
               * Pemberi kerja
               * Pekerja di luar hubungan kerja/mandiri
               * Pekerja bukan penerima upah selain poin 2
   3. Pekerja bukan penerima upah selain pekerja di luar hubungan kerja/mandiri
   4. Jika pengusaha mempunyai lebih dari satu perusahaan, masing-masing wajib terdaftar.
   5. Jika peserta bekerja di lebih dari satu perusahaan, masing-masing wajib didaftarkan sesuai penahapan kepesertaan.
   6. Iuran dan tata cara pembayaran

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

  1. Memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

  2. Iuran dibayarkan oleh pemberi kerja yang dibayarkan (bagi peserta penerima upah), tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja, yang besarannya dievaluasi paling lama 2 (tahun) sekali, dan mengacu pada table sebagai berikut:

Program Jaminan Kematian (JKM)

  1. Memberikan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

  2. Iuran JKM bagi peserta penerima gaji atau upah sebesar 0,30% (nol koma tiga puluh persen) dari gaji atau upah sebulan.

Program Jaminan Pensiun (JP)

  1. Manfaat pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia.

  2. Peserta Program Jaminan Pensiun adalah pekerja yang terdaftar dan telah membayar iuran. Peserta merupakan pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara, yaitu peserta penerima upah yang terdiri dari:

  • Pekerja pada perusahaan

  • Pekerja pada orang perseorangan

Selain itu, pemberi kerja juga dapat mengikuti Program Jaminan Pensiun sesuai dengan penahapan kepesertaan.

Pekerja yang didaftarkan oleh pemberi kerja mempunyai usia paling banyak 1 (satu) bulan sebelum memasuki usia pensiun. Usia pensiun untuk pertama kali ditetapkan 56 tahun dan mulai 1 Januari 2019, usia pensiun menjadi 57 tahun dan selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 tahun.

Dalam hal pemberi kerja nyata-nyata lalai tidak mendaftarkan Pekerjanya, Pekerja dapat langsung mendaftarkan dirinya kepada BPJS Ketenagakerjaan.Dalam hal peserta pindah tempat kerja, Peserta wajib memberitahukan kepesertaannya kepada Pemberi Kerja tempat kerja baru dengan menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya Pemberi Kerja tempat kerja baru meneruskan kepesertaan pekerja.

3. Iuran Program Jaminan Pensiun

  • Iuran program jaminan pensiun dihitung sebesar 3%, yang terdiri atas 2% iuran pemberi kerja dan 1% iuran pekerja.

  • Upah setiap bulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap. Untuk tahun 2015 batas paling tinggi upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan ditetapkan sebesar Rp 7.703.500*. 

Note:

* Berdasarkan Keputusan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Nomor: KEP/55/022017, batas paling tinggi upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Jaminan Pensiun akan ditetapkan sebesar Rp. 7,703,500,- efektif mulai bulan Maret 2017.


Sumber:
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Pensiun.html
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Kematian-(JKM).html
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Hari-Tua-(JHT).html
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program/Program-Jaminan-Kecelakaan-Kerja-(JKK).html

Did this answer your question?