Suku bunga sederhana tiap pinjaman mencerminkan risiko kredit si peminjam. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin tinggi risiko kredit. Informasi ini ditulis pada factsheet yang kami cantumkan dengan pengumuman setiap pinjaman baru.

Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki risiko, termasuk alternatif investasi Platform pendanaan digital bagi UMKM. Risiko default atau gagal bayar pinjaman mungkin saja terjadi pada alternatif investasi Platform pendanaan digital bagi UMKM. Penilaian kredit yang ketat adalah salah satu cara menurunkan risiko kredit default.

Untuk meminimalkan risiko default, Anda harus melakukan diversifikasi. Ada berbagai strategi diversifikasi yang dapat digunakan pendana, apa saja ya?

Ingin tahu lebih lanjut tentang diversifikasi pinjaman? Klik di sini

Masukkan jumlah minimal pendanaan ke setiap pinjaman

Anda sebagai pendana dapat mengalokasikan dana yang tersedia ke berbagai macam pinjaman yang cocok dengan kriteria pendanaan Anda. Dengan cara ini, bila ada pinjaman yang telah default, jumlah pendanaan yang hilang tidak mempengaruhi portofolio secara signifikan.

Contoh: Anda mendanai 50 pinjaman, masing-masing dengan dana Rp 100 ribu. Secara rata-rata, suku bunga pinjaman 12% per tahun dan menghasilkan manfaat pendanaan kotor sebesar Rp 600 ribu. Bila Anda mengalami tingkat default 3% atas dana Anda, portofolio Anda tetap menghasilkan manfaat pendanaan kotor Rp 450 ribu.

Pendanaan yang lebih besar ke pinjaman berbunga rendah dan pendanaan lebih kecil ke pinjaman berbunga tinggi

Sebagai pendana, Anda dapat mengalokasikan jumlah pendanaan lebih besar ke pinjaman yang memiliki tingkat bunga pinjaman rendah, karena memiliki risiko yang lebih rendah. Kemudian Anda dapat memasukkan nilai pendanaan lebih kecil ke pinjaman yang memiliki tingkat bunga pinjaman yang lebih tinggi.

Pinjaman dengan risiko lebih rendah umumnya memiliki tingkat bunga sederhana 10%-12% per tahun, sedangkan pinjaman dengan tingkat bunga sederhana 13-16% per tahun akan memiliki risiko lebih tinggi.

Contoh: Anda mendanai 3 pinjaman, masing-masing Rp 1 juta dengan tingkat bunga rata-rata 10% per tahun dan 20 pinjaman dengan tingkat bunga rata-rata 14% masing-masing Rp 100 ribu. Bila semua pinjaman lunas, pendana mendapatkan manfaat pendanaan kotor Rp 300 ribu dari pinjaman dengan bunga rata-rata 10% dan Rp 280 ribu dari pinjaman dengan bunga rata-rata 14% untuk total manfaat pendanaan kotor sebesar Rp 580 ribu. Bila Anda terkena tingkat default sebesar 3%, Anda tetap menerima manfaat pendanaan kotor sebesar Rp 400 ribu.

Pentingnya melakukan pendanaan ulang

Pendana akan menerima pembayaran kembali (repayment) berupa pokok dan bunga setiap bulannya. Kami selalu memberikan saran kepada pendana Platform pendanaan digital bagi UMKM melakukan pendanaan ulang dari repayment yang diterima agar dapat memaksimalkan bunga. Semua pinjaman di platform kami, memiliki jangka waktu (tenor) rata-rata 1-12 bulan. Sebagai contoh jika pendana memilih pinjaman Invoice Financing dengan jangka waktu 1 bulan, maka Anda akan menerima manfaat pendanaan berupa seluruh jumlah pokok dan bunga pinjaman setelah 1 bulan sejak pencairan pinjaman kepada penerima pinjaman..

Contoh: Anda mendanai Rp 1 juta dalam pinjaman Invoice Financing dengan tenor 1 bulan dan bunga 12% per tahun. Setelah sebulan, Anda akan menerima manfaat pendanaan berupa pokok Rp 1 juta dan manfaat pendanaan kotor Rp 10 ribu. Lalu Anda mendanai Rp 1 juta tersebut ke Pinjaman UKM dengan tenor 3 bulan dan bunga 12% per tahun. Setelah sebulan, Anda menerima pokok Rp 333.333,- dan bunga pinjaman sebesar Rp 10 ribu. Lalu Anda menggunakan Rp 300.000,- dari pokok yang telah diterima ke Pinjaman UKM lain dengan tenor 6 bulan dan suku bunga 12% per tahun. Dengan ini, Anda menghasilkan manfaat pendanaan yang lebih besar dibandingkan tanpa pendanaan ulang.

Apakah Anda menemukan jawaban?