Beberapa ponsel cerdas memiliki fitur yang memungkinkan sinkronisasi secara real-time data antara perangkat seluler dan penyimpanan online atau layanan cloud. Informasi yang dapat disinkronkan antara lain SMS dan email.

Bagi pengguna ponsel yang telah mengaktifkan sinkronisasi data tersebut di atas, informasi sensitif yang dikirim melalui SMS atau email oleh Lembaga Keuangan (LK), seperti one-time password (OTP), dapat diakses oleh penjahat siber jika kredensial masuk (email dan password) ke penyimpanan online atau layanan cloud telah berhasil dicuri oleh penjahat siber. OTP yang terpapar bersamaan dengan kredensial perbankan online atau informasi kartu kredit yang telah dicuri dari pelanggan dapat digunakan oleh penjahat siber untuk melakukan transaksi keuangan ilegal.

Pelanggan disarankan untuk waspada dan melakukan tindakan pencegahan terhadap risiko siber tersebut. Bagaimana caranya!

Lakukan 4 cara di bawah ini agar Anda dapat melindungi diri dari kejahatan siber?

  • Gunakan kata sandi yang kuat untuk perangkat dan akun online.

  • Aktifkan otentifikasi dua faktor (2FA)

  • Periksa pengaturan sinkronisasi pada perangkat seluler Anda. Pastikan informasi sensitif seperti SMS tidak disinkronkan

  • Laporkan setiap transaksi atau aktivitas mencurigakan yang dilakukan di akun Anda

Apakah Anda menemukan jawaban?